TIPS AMAN BEROLAHRAGA SAAT RAMADHAN
Oleh: Defrizal Siregar, S.Or., AIFO-FIT
Oleh: Defrizal Siregar, S.Or., AIFO-FIT
Ada yang hilang dari para remaja saat ini. Padahal itu adalah harta berharga mereka.
“Impian saya, sebelum saya wafat, Indonesia memiliki seribu Kampung Sahabat!”
Karakter Wahyuni di sinetron Tukang Ojek Pengkolan begitu melekat pada Anastasja Rina. Fenomenal. Haters banyak tapi fans juga banyak. Awalnya tentu tak mudah, sampai akhirnya Rina berhasil menjelma menjadi Wahyuni…
Berkat memerankan tokoh Wahyuni di sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP), Anastasja Rina bisa belajar cara marah yang terstruktur. Kok bisa? Seperti apakah marah-marah yang terstruktur itu?
TOP yang dimaksud di sini adalah sinetron Tukang Ojek Pengkolan. Setiap hari memperhatikan cara memproduksi sinetron, Anastasja Rina pun akhirnya memberanikan diri membuat sinetron sendiri.
Berawal dari impian untuk membantu rekan-rekan sesama insan film, akhirnya impian itu pun terwujud jua.
Bisa jadi Shakespeare salah ketika mengucapkan, “apalah arti sebuah nama”. Karena dalam kehidupan Anez Ngapak, nama sangat berarti dan berperan penting dalam kariernya.
Satu tujuannya meninggalkan tanah kelahirannya di Jawa Tengah kandas karena perkara ijazah. Namun, itu justru membuka pintu untuk terwujudnya tujuan yang kedua.
Label musik Nagaswara menawari Anez Ngapak uang sebesar 15 juta rupiah. Namun, Anez menolaknya! Ada apakah gerangan?