BERKAT MEMERANKAN TOKOH WAHYUNI DI SINETRON TUKANG OJEK PENGKOLAN (TOP), ANASTASJA RINA BISA BELAJAR CARA MARAH YANG TERSTRUKTUR. KOK BISA? SEPERTI APAKAH MARAH-MARAH YANG TERSTRUKTUR ITU?
Anastasja Rina mengaku dulu hidupnya itu sangat soliter, jarang berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang banyak. Efek sampingnya, ia merasa kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam perasaannya, salah satunya adalah rasa marah.
“Dulu saya nggak tahu kalo marah tuh harus gimana. Saya mau marah tapi nggak tahu gimana cara nyampeinnya,” aku Anastasja Rina yang biasa disapa Mamah Rina.
Namun, setelah menjadi Wahyuni di TOP, Mamah Rina jadi bisa mengungkapkan rasa marahnya, bukan hanya sekadar marah melainkan marah yang terstruktur. “Berkat jadi Wahyuni, saya jadi bisa marah secara terstruktur, marahnya itu karena apa, lalu kenapa saya harus marah, marahnya ke siapa, terus ngomongnya gimana, kata-katanya kayak gimana. Semua saya pelajarin dari dialog-dialognya Wahyuni di skenario. Penulis skenarionya cerdas! papar lulusan seni tari IKJ ini.

Bahkan, Mamah Rina juga jadi bisa “mengupas” seseorang sehingga jadi ketahuan aslinya seperti apa. Ia juga jadi bisa membalikkan keadaan jika ada orang yang ingin “menyerang” dirinya tapi orang tersebut malah jadi tersudut.
“Orang yang mau nyerang saya, malah saya bisa bikin dia yang tersudut. Dia mau playing victim tapi malah jadi ketahuan dia yang salah. Saya bicara dengan logika-logika yang terstruktur, seperti yang saya pelajari dari skenario Tukang Ojek Pengkolan,” tutur Mamah Rina.

Eksplorasi konten lain dari Kabar Baik
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.